Jumat, 25 Mei 2012

GELOMBANG ENERGI

 Pada dasarnya setiap aktifitas manusia selalu melibatkan aktifitas energi, baik energi yang masuk maupun keluar. Adanya aktifitas energi menunjukkan adanya aktifitas gelombang baik  yang dipancarkan atau diterima oleh manusia. Logika inilah yang menjadi dasar bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menjadi semacam stasiun pemancar gelombang atau penerima gelombang.
Misalnya saja gelombang suara yang kita keluarkan melalui mulut  dan kemudian diterima oleh telinga. Medium dari gelombang suara adalah udara dan merupakan gelombang mekanis.

Lebih jauh dari itu, banyak fakta-fakta yang menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan memancarkan dan menerima gelombang yang semacam dengan gelombang elektromagnetis dan melalui medium perantara.
 Sebagai contoh fakta adalah gelombang sebagai energi adalah :

1. Adanya gelombang tertentu yang membuat sepasang pria dan wanita yang saling tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Sekalipun hanya sesaat, mereka merasa sudah saling mengenal dan berjodoh. Hal ini membuktikan adanya gelombang pemancar energi yang dapat memberikan ketertarikan satu dengan yang lainya.


2. Seorang ibu yang bisa merasakan sesuatu yang buruk sedang terjadi ketika anaknya sedang mengalami hal-hal buruk atau tertimpa musibah padahal sang ibu berada sangat jauh dari anaknya. Seperti halnya kita sebagai anak kost yang hidup jauh dari ibu di kampung. Secara otomatis perasaan kita dengan ibu langsung kontak. Seakan-akan ada koneksi gelombang tertentu yang selalu menghubungkan antara ibu dan anak.


3.Ketika kita bertemu dengan seseorang yang kita anggap suci (misalnya seorang kyai atau ustad), tiba-tiba kita merasa tenang, nyaman dan damai. Padahal kita belum bicara apa-apa dengan orang suci itu. Seakan-akan orang suci itu sedang memancarkan gelombang atau energi tertentu yang membuat diri kita tiba-tiba merasa tenang, nyaman dan damai.


 4. Kemampuan hipnotis, atau firasat/insting/naluri yang dimiliki manusia.  Di mana dalam kondisi tertentu ada manusia yang mampu membaca pikiran orang lain. Maka dengan demikian manusia tersebut dapat mengendalikan diri orang lain.
Hubungan-hubungan seperti itu dalam bahasa ilmu gelombang dipahami bahwa ada koneksi atau hubungan yang saling menyesuaikan. Maka dengan kesesuaian itu akan timbul energi gelombang satu dengan yang lainnya. Misalnya HP GSM kita yang tidak bisa menerima sinyal gelombang dari CDMA. Karena berbeda frekuensi dan panjang gelombangnya. Berarti hal itu tidak ada kesesuaian frekuensi.



Beberapa prinsip lain tentang gelombang yang bisa kita pelajari, beberapa diantaranya :

  • Pada frekuensi tertentu, pancaran gelombang bisa tumpang tindih dengan gelombang lain dan bisa saling menggganggu. Logika ini menjadi dasar bahwa gelombang yang dipancarkan dari masing-masing orang bisa saling tumpang tindih dan mengganggu (saling mempengaruhi). Orang yang memancarkan gelombang optimis, bisa membuat orang lain terpengaruh menjadi optimis, begitu pula sebaliknya. Dasar inilah yang mungkin bisa kita jadikan landasan, ketika tiba-tiba kita merasa nyaman ketika dekat dengan orang-orang yang kita anggap suci. Atau ketika tiba-tiba menjadi bergairah dan memiliki semangat yang tinggi ketika ketemu dengan orang-orang besar. Atau sebaliknya, kita merasa tidak nyaman dan terganggu dengan kehadiran seseorang sekalipun kita belum mengenalnya dan belum berbicara.
  • Alam semesta dan seluruh isinya adalah susunan dari materi yang memiliki sifat  gelombang. Gelombang-gelombang itu selalu dipancarkan setiap ada aktifitas yang melibatkan perambatan atau perpindahan energi. Dan mungkin saja setiap gelombang yang dipancarkan oleh setiap manusia sebenarnya sedang berhubungan dan saling mempengaruhi dengan gelombang-gelombang lain yang ada di alam semesta ini.
  • Semakin besar energi akan mampu menghasilkan frekuensi gelombang yang semakin besar, dan akan memunculkan gelombang yang panjang gelombangnya semakin pendek, namun memiliki kemampuan yang semakin hebat dan besar. Semakin besar energi, baik fisik maupun non fisik, yang mampu dikeluarkan oleh manusia akan membuat gelombangnya mempunyai kekuatan yang semakin hebat.
  • Manusia memiliki kemampuan untuk memancarkan atau menerima gelombang yang lebih banyak. Namun untuk mencapai kemampuan tersebut diperlukan kekuatan/ energi/ power sebagai dasar dari munculnya gelombang. Sebagaimana dalam teknologi telepon seluler, diperlukan stasiun pemancar yang memerlukan perangkat dan sumber energi, dan juga perlu  pesawat HP untuk menerimanya, dan perlu di charge ketika battery nya habis. Dan sudah diterima secara ilmiah bahwa untuk mencapai tingkat kesuksesan tertentu, kita perlu melakukan usaha-usaha untuk mencapainya. Untuk menjadi doctor dalam ilmu pengetahuan, kita perlu berjuang melalui pendidikan-pendidikan. Untuk menjadi seorang ustad, kita perlu belajar ilmu-ilmu agama. Untuk menjadi orang kaya, kita perlu bekerja dan berusaha. Untuk menjadi seorang atlit olahraga yang hebat dibutuhkan latihan, ketekunan dan kemauan yang kuat



Kemampuan dalam mengatur frekuensi gelombang memungkinkan mampu berkomunikasi dengan mahluk lain misalnya berkomunikasi dengan hewan yang dikisahkan dalam kitab Al-Quran, bahwa Nabi Sulaiman mampu berkomunikasi dengan hewan. Kita memang belum mengetahui secara persis  bagaimana bentuk komunikasi antara Nabi Sulaiman dengan hewan-hewan tersebut.



Pemahaman seperti ini, setidaknya membuka jendela baru dalam wacana kita tentang hubungan energi dan gelombang. Bahwa masih banyak energi dan gelombang yang belum mampu disentuh oleh alat atau teknologi yang paling modern sekalipun.
Sementara disisi lain, kita sadar bahwa hidup kita dipenuhi oleh energi dan gelombang yang selalu memberi pengaruh pada diri kita dan semua yang ada di alam semesta.
Oleh karena itu, marulah mulai sekarang kita mengaktifkan energi gelombang kita dalam kehidupan sehari-hari
Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-tombol-like-facebook-di.html#ixzz1war4ixJm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar