Kita sering mendengar atau langsung menggunakan gelombang dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya ketika kita mendengar radio atau menonton televisi. Pada dasarnya kita telah menggunakan gelombang, yaitu gelombang bunyi. Dengan adanya gelombang, maka bunyi dapat didengar oleh telinga kita.Selain itu ternyata tanpa kita sadari, pengaruh gelombang ini begitu dekat dengan diri kita pribadi. Ternayata dalam menggunakan otak pun kita memerlukan gelombang.
Secara garis besar, otak manusia menghasilkan empat jenis Gelombang
Otak (Brainwave) secara bersamaan, yaitu Gamma, Beta, Alpha, Tetha,
Delta. Akan tetapi selalu ada jenis Gelombang Otak yang dominan, yang
menandakan aktivitas otak saat itu.
1. GAMMA (20 hz -40 hz)
Gelombang
Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang
paling cepat. Adalah Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat
seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang
berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum,
sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh. Berdasarkan
penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di
atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang
Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), yang
merupakan geolombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan
kemampuan yang luar biasa.
Beta merupakan
Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami
aktifitas mental yang terjaga penuh. Kita berada dalam kondisi ini
ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari dan berinteraksi dengan
orang lain di sekitar kita. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19
Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta
(15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan
selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz). Gelombang Beta di perlukan otak
ketika kita berpikir, rasional, pemecahan masalah, dan keadaan pikiran
di mana kita telah menghabiskan sebagian besar hidupkita
Sensori Motor Rhytm (12 hz – 16 hz)
SMR
sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan
perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir
ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit
and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan
gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu
berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga
setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan
getaran SMR tersebut. Dan hal ini bisa dilakukan dengan teknik
neurofeedback .
Alpha adalah
Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang yang
mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai
menutup atau mulai mengantuk. Pada dasarnya kita menghasilkan gelombang alpha setiap
akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar.
Fenomena alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai
memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi
(meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekuensi alpha 8
-12 hz , merupakan frekuensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan
bawah sadar. Kita bisa mengingat mimpi kita, karena kita memiliki
gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa kita ingat,
tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat kita
bermimpi. Alpha adalah pikiran yang paling cocok untuk pemrograman bawah
sadar.
4. THETA ( 4 hz – 8 hz )
Dengan latihan, kita dapat memanfaatkan Gelombang Otak (Brainwave)
Theta untuk tujuan yang lebih besar, yaitu memasuki kondisi meditasi
yang sangat dalam, namun, biasanya begitu kita telah mencapai theta, kita menjadi mudah tertidur. Disinilah alasan bahwa gelombang Alpha
adalah keadaan utama untuk pemrograman pikiran bawah sadar kita. Jika
anda ingin bereksperimen dengan meditasi melalui Gelombang Otak
(Brainwave) theta, duduklah tegak untuk tetap sadar dan mencegah dari
tertidur.
Kemudian, bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam
sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha
dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang
pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam
belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya.
Gelombang Otak (Brainwave) ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak
luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi
mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru.
Gelombang Otak (Brainwave) theta
juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan
psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi
kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut
yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita
bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat
dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan
terjadi apabila kita dapat memasuki fase gelombang theta. Kita mungkin
pernah mengalaminya saat berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual
agama. Dengan dasar inilah “GOD SPOT” ditemukan.
Gelombang ini adalah
bagian dari Gelombang Otak (Brainwave) yang memiliki amplitudo yang besar dan
frekuensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak kita menghasilkan
gelombang ini ketika kita tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase Delta adalah
fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh kita melakukan proses
penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi
sel-sel baru saat kita tertidur lelap. Gelombang Delta adalah gelombang
yang paling rendah pada otak kita, otak tidak akan pernah mencapai
frekwensi 0 hz, karena jika otak kita dalam kasus ini kita dinyatakan telah meninggal.
Schumann Resonance (7.83 hz)
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahankan frekuensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahankan frekuensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.
Penemuan baru dibidang frekwensi dan Gelombang Otak (Brainwave)
manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa
masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah Delta, atau dibawah 0.5
hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas
mental seseorang dalam kemampuan supranatural.
Nah, mulai sekarang kenalilah diri kita sendiri dalam mengendalikan otak berdasarkan pengaruh gelombangnya. Jika kita telah kenal dengan otak kita, maka insyaALLAH kita akan lebih mudah dalam menggunakannya.
Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/06/cara-membuat-tombol-like-facebook-di.html#ixzz1war4ixJm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar